Bubur Harisa : Bubur plus Daging Kambing

BUBUR Harisa merupakan salah satu makanan khas Timur Tengah yang kerap dimakan saat berbuka. Seusai minum air putih dan kurma, makanan yang merupakan campuran tepung havermut dan daging kambing tersebut cocok untuk mengisi perut setelah seharian tidak terisi.

“Sangat enak dimakan selagi hangat dengan porsi kecil. Apalagi setelah berpuasa seharian, sehingga perut tidak kaget. Bisa sebagai makanan pembuka seperti halnya kolak bagi masyarakat Indonesia. Kalau memang dirasa belum mengenyangkan, setelah Tarawih bisa makan lagi,” jelas Aminah, 77, seorang warga keturunan Arab di Jl Kyai Gede 20, Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasarkliwon Solo.

Bubur harisa  yang berwarna kecoklatan tersebut dimasak dengan bumbu dan rempah yang kuat. Menu khas ini oleh penikmatnya dipercaya mampu sebagai makanan penambah vitalitas.


“Kami biasa memasak ketika keluarga sedang kumpul. Juga saat Ramadan seperti ini, sehingga bisa dimakan beramai-ramai. Selain harisa, ada juga bubur sorba. Hampir sama dengan bubur harisa, hanya saja lebih encer dan daging kambingnya tak banyak,” ujarnya.

Sementara Ahmad Anis, warga keturunan Arab juga menyediakan harisa di warung miliknya, di Jl Kapten Mulyadi No 28 Pasarkliwon. Harga satu porsi kecil bubur harisa buatannya cukup murah, yakni Rp 8 ribu. ”Biasanya makanan ini untuk berbuka. Tapi ada juga yang membeli menjelang sahur. Mungkin karena terkadang nafsu makan menurun saat sahur, sehingga makan bubur Harisa ini dirasa sudah cukup.”

Proses Pembuatan

Selama puasa ini, dia mulai melayani pembeli pada pukul 16.00 hingga Magrib dan untuk sahur dari pukul 02.00 hingga Imsak. ”Selebihnya kami tutup. Jadi kami hanya melayani pembeli menjelang berbuka dan sahur.”

Dia menjelaskan, butuh waktu lama untuk membuat bubur berasa gurih tersebut. Apalagi dengan perbandingan gandum dan daging kambing satu berbanding tiga, sehingga daging harus benar-benar menyatu dengan tepung havermut. Proses pembuatannya memang cukup rumit. Pertama biji gandum dicuci lalu direndam selama dua jam.

Perendaman harus maksimal, agar ketika diaduk jadi satu dengan bahan lain gandum bisa meresap bumbu. Setelah itu, baru gandum direbus bersama daging kambing, sereh, keningar dan pala selama hampir empat jam hingga biji gandum mekar dan daging kambingnya lumer.

“Selanjutnya bahan pendukung lain dimasukkan, serta dicampur dengan bumbu rempah-rempah. Harus diaduk terus di atas tungku dengan api kecil selama tiga jam hingga tampilannya menjadi bubur dengan ditambahkan garam dan gula secukupnya.”

Bubur harisa aromanya juga sangat khas. Rasanya sangat gurih dengan citarasa kuat pada daging dan gandum. Untuk menetralisir agar tidak terlalu gurih, biasanya disediakan bubuk gula yang bisa dicampur sesuai selera. (Resep Bubur Harisa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s